Cara Debat Yang Baik
1. Lembut dan solid
Dalam sebuah perdebatan Anda tidak perlu
sampai meninggikan suara. Anda harus dalam keadaan tenang
terus-menerus. Semakin nyaring suara Anda, lawan Anda akan lebih nyaring
lagi – dan akhirnya hanya terjadi pertandingan berteriak.
2. Tempatkan lawan di sisi kita
Ini merupakan cara yang baik untuk memposisikan
lawan sebagai partner bukan musuh. Suasana permusuhan akan tercipta dengan
mudah apabila lawan berada di seberang kita, sedangkan jika dia berada di
samping kita secara psikologis dia akan mudah untuk memberikan
persetujuan. Ini adalah posisi yang kuat dalam perdebatan.
3. Jangan menyerang
Bukan cara yang baik apabila Anda dengan ribut
mengatakan kepada lawan bahwa ia salah – sebagai gantinya anda harus
menunjukkan bahwa dia salah dengan menggunakan sanggahan-sanggahan yang
baik.
4. Janganlah menjadi tidak fair
Jangan pernah saling mengejek – usahakan
sekali pun lawan Anda melakukan terlebih dulu. Yang harus serang adalah
argumentasinya, bukan orangnya. Semakin cepat Anda mulai mengkritik lawan
Anda, hal itu akan menjadi bukti bahwa Anda sudah kehabisan jalan untuk
mempertahankan pendapat Anda.
5. Tunjukkan hal-hal yang mendasar
Ketika adu argumentasi, kedua belah pihak
perlu untuk bersepakat untuk memulai debat dengan membahas kebenaran-kebenaran
dasar – jika tidak, debat tidak bisa berlangsung dengan baik, karena arah
perdebatan menjadi tidak menentu.
6. Kembali ke Pokok Materi
Ketika lawan Anda mulai kehabisan argumen, dia
akan berusaha beralih ke topik yang lain – dengan demikian dia berharap Anda
terpancing untuk lari dari topik sebelumnya dan membahas hal baru yang mungkin
akan mengacaukan Anda. Ketika ini terjadi, jangan teperdaya, segera
kembali ke topik yang asli dengan segera.
7. Ajukan pertanyaan-pertanyaan
Ini disebut “metoda sokratik”. Ketika
lawan mengemukakan sebuah “fakta”– periksa lebih dalam fakta tersebut dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk mengungkapkan
kekurangan-kekurangannya.
8. Tenanglah
Setelah membuat sebuah argumentasi yang kuat,
biarkan lawanmu berbicara banyak – terutama jika dia sudah kekurangan
fakta-fakta untuk menentang Anda. Ia akan mencerca dengan meraba-raba –
memberi Anda berbagai senjata baru untuk menyerang dia.
9. Kenalilah fakta-fakta yang Anda ajukan
Jangan mengatakan bahwa sesuatu itu “benar”
kecuali jika Anda benar-benar mengetahuinya – itu disiapkan untuk
membuktikannya jika perlu. Anda akan mudah diserang kalau argumentasi
Anda mengambang. Anda tidak usah berdebat kalau Anda tidak bisa
mengajukan fakta-fakta dan menguasai keseluruhan informasinya.
10. Ketahuilah di saat Anda mendapatkan
pukulan
Jika anda mempunyai semua fakta untuk kembali
atas anda, anda harus bisa memenangkan argumentasi Anda jika lawan Anda
jujur. Tetapi ada kalanya lawan menjadi lebih baik dari Anda dan mereka
berhasil menyudutkan Anda.
Tidak ada hal yang lebih buruk dalam
perdebatan dibanding seseorang yang membantah hanya untuk mengacaukan dan tidak
mau mengaku kalah. Jadilah seorang ksatria yang mau mengakui kekalahan Anda,
karena di mata audiens Anda adalah pemenang sesungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar