Selasa, 03 September 2013

Cara Debat Yang Baik

Cara Debat Yang Baik

1. Lembut dan solid
Dalam sebuah perdebatan Anda tidak perlu sampai meninggikan suara.  Anda harus dalam keadaan tenang terus-menerus.  Semakin nyaring suara Anda, lawan Anda akan lebih nyaring lagi – dan akhirnya hanya terjadi pertandingan berteriak. 

2. Tempatkan lawan di sisi kita
Ini merupakan cara yang baik untuk memposisikan lawan sebagai partner bukan musuh. Suasana permusuhan akan tercipta dengan mudah apabila lawan berada di seberang kita, sedangkan jika dia berada di samping kita secara psikologis dia akan mudah untuk memberikan persetujuan.  Ini adalah posisi yang kuat dalam perdebatan.

3. Jangan menyerang
Bukan cara yang baik apabila Anda dengan ribut mengatakan kepada lawan bahwa ia salah – sebagai gantinya anda harus menunjukkan bahwa dia salah dengan menggunakan sanggahan-sanggahan yang baik. 

4. Janganlah menjadi tidak fair
Jangan pernah saling mengejek – usahakan sekali pun lawan Anda melakukan terlebih dulu.  Yang harus serang adalah argumentasinya, bukan orangnya.  Semakin cepat Anda mulai mengkritik lawan Anda, hal itu akan menjadi bukti bahwa Anda sudah kehabisan jalan untuk mempertahankan pendapat Anda.

5. Tunjukkan hal-hal yang mendasar
Ketika adu argumentasi, kedua belah pihak perlu untuk bersepakat untuk memulai debat dengan membahas kebenaran-kebenaran dasar – jika tidak, debat tidak bisa berlangsung dengan baik, karena arah perdebatan menjadi tidak menentu.

6. Kembali ke Pokok Materi
Ketika lawan Anda mulai kehabisan argumen, dia akan berusaha beralih ke topik yang lain – dengan demikian dia berharap Anda terpancing untuk lari dari topik sebelumnya dan membahas hal baru yang mungkin akan mengacaukan Anda.  Ketika ini terjadi, jangan teperdaya, segera kembali ke topik yang asli dengan segera.

7. Ajukan pertanyaan-pertanyaan
Ini disebut “metoda sokratik”.  Ketika lawan mengemukakan sebuah “fakta”– periksa lebih dalam fakta tersebut dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dirancang untuk mengungkapkan kekurangan-kekurangannya.

8. Tenanglah
Setelah membuat sebuah argumentasi yang kuat, biarkan lawanmu berbicara banyak – terutama jika dia sudah kekurangan fakta-fakta untuk menentang Anda.  Ia akan mencerca dengan meraba-raba – memberi Anda berbagai senjata baru untuk menyerang dia.

9. Kenalilah fakta-fakta yang Anda ajukan
Jangan mengatakan bahwa sesuatu itu “benar” kecuali jika Anda benar-benar mengetahuinya – itu disiapkan untuk membuktikannya jika perlu.  Anda akan mudah diserang kalau argumentasi Anda mengambang.  Anda tidak usah berdebat kalau Anda tidak bisa mengajukan fakta-fakta dan menguasai keseluruhan informasinya.

10. Ketahuilah di saat Anda mendapatkan pukulan
Jika anda mempunyai semua fakta untuk kembali atas anda, anda harus bisa memenangkan argumentasi Anda jika lawan Anda jujur.  Tetapi ada kalanya lawan menjadi lebih baik dari Anda dan mereka berhasil menyudutkan Anda. 

Tidak ada hal yang lebih buruk dalam perdebatan dibanding seseorang yang membantah hanya untuk mengacaukan dan tidak mau mengaku kalah. Jadilah seorang ksatria yang mau mengakui kekalahan Anda, karena di mata audiens Anda adalah pemenang sesungguhnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar